Header Ads Widget

Penguatan Peran Guru BK YPPK FA: Optimalisasi Layanan Pendidikan di Era Kurikulum Merdeka


Session diskusi bersama Guru-Guru BK (Dok, pen)

Jayapura, JalaTimur.com,— Kantor Sekretariat Eksekutif YPPK Fransiskus Asisi (FA) Kota / Kabupaten Jayapura sukses menyelenggarakan kegiatan “Penguatan Peran Guru BK dalam Optimalisasi Layanan Pendidikan di Era Kurikulum Merdeka”. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Selasa–Kamis (2–4/9/2025) di Aula SMP Santo Paulus Abepura, itu merupakan kolaborasi antara YPPK FA dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FKIP Universitas Cenderawasih (Uncen), menghadirkan 16 guru dari 5 SMP dan 3 SMA yang berada di bawah naungan YPPK FA.

Tantangan Kekurangan Guru BK
Direktur Sekretariat Eksekutif YPPK FA Kota/Kabupaten Jayapura, Ferdinando Lase, S.Kom, menjelaskan bahwa sekolah-sekolah saat ini menghadapi keterbatasan jumlah guru BK profesional.

“Jumlah guru BK profesional sangat terbatas di setiap sekolah kami. Untuk menyiasati hal ini, kami menugaskan guru mata pelajaran lainnya agar juga melaksanakan peran sebagai guru BK. Namun, kami sadar mereka yang diberi tugas tambahan harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan khusus,” jelas Ferdinando.

Karena itu, YPPK FA mengambil langkah strategis dengan membangun kerja sama bersama Prodi BK FKIP Uncen. Menurut Ferdinando, tujuan utama kegiatan ini adalah membekali para guru agar mampu memberikan layanan konseling yang efektif, inovatif, dan sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.

“Tujuan kegiatan ini antara lain memberikan pemahaman mendalam mengenai peran guru BK dalam implementasi Kurikulum Merdeka; meningkatkan keterampilan guru BK; membekali mereka dengan strategi inovatif dalam pengentasan masalah siswa, baik akademik maupun sosial; mendorong kolaborasi antar guru BK dengan stakeholder pendidikan; serta menyusun rencana tindak lanjut penguatan layanan BK di sekolah masing-masing,” tambahnya.


Dukungan Perguruan Tinggi

Tim Pemateri dari Prodi BK FKIP Uncen, dipimpin oleh Dr. Drs. Yulius Mataputun, M.Pd., Kons

Kerja sama strategis ini melibatkan Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FKIP Universitas Cenderawasih (Uncen), yang secara langsung mendampingi guru dalam memperdalam pemahaman tentang tugas, fungsi, dan peran layanan BK di sekolah.

Menurut Dr. Drs. Yulius Mataputun, M.Pd., Kons., selaku perwakilan tim dari Prodi BK FKIP Uncen, kegiatan ini menjadi langkah maju yang sangat penting dalam menjawab tantangan keterbatasan tenaga profesional BK di Papua.

“Yang kita harapkan dari kegiatan ini adalah guru-guru BK, atau guru mata pelajaran yang mendapat tugas tambahan, mampu menjalankan peran bimbingan dan konseling di sekolah. Realitanya, lulusan S1 BK dari FKIP Uncen masih terbatas, sementara alumni perguruan tinggi lain jarang melamar di tanah Papua. Karena itu, kebijakan YPPK FA ini sangat kami sambut gembira,” ungkap Yulius.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan forum dialog dua arah. Dari pihak perguruan tinggi, Prodi BK FKIP Uncen mendapatkan masukan langsung dari guru SMP dan SMA mengenai persoalan di lapangan. Masukan tersebut akan menjadi bahan penting untuk pembenahan kurikulum di tingkat universitas agar lebih sesuai dengan kebutuhan nyata dunia pendidikan.

“Luaran kegiatan ini adalah pemahaman yang sama tentang tupoksi BK berbasis Kurikulum Merdeka. Selain itu, kami juga mendapatkan informasi balik dari sekolah-sekolah, sehingga kurikulum kami bisa ditinjau ulang. Dengan begitu, lulusan kami benar-benar siap pakai sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Suasana diskusi kelompok (Dok, pen)

Suasana kegiatan yang penuh antusiasme tampak dari partisipasi para guru. Beberapa di antaranya merupakan guru mata pelajaran yang baru saja diberi tugas tambahan sebagai guru BK. “Mereka sangat bergembira dan antusias sekali. Ini menunjukkan bahwa Yayasan tidak hanya memperhatikan akademik, tetapi juga karakter dan iman, sesuai visi YPPK FA,” tambah Yulius.

Harapan dan Tindak Lanjut

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya tindak lanjut konkret dari kegiatan ini, baik dalam bentuk MoU maupun perjanjian kerja sama antara YPPK FA dan Prodi BK FKIP Uncen. Bentuk kerja sama ini diperlukan untuk mendukung guru dalam menangani berbagai persoalan siswa, mulai dari masalah ringan hingga kasus berat.

“Kami siap membantu, bukan hanya dengan datang ke kampus, tetapi juga melalui pemanfaatan media digital. Dengan cara ini, guru-guru bisa mendapatkan pendampingan kapan saja dan di mana saja. Sebab, tanggung jawab mendidik anak bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Yulius.

Kegiatan penguatan peran guru BK ini diharapkan menjadi fondasi baru dalam memperkuat layanan pendidikan YPPK FA, khususnya dalam menyiapkan profil lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing sesuai semangat Kurikulum Merdeka. (DNs)